Jumat, 29 Maret 2013

VERBAL DAN NOMINAL SENTENCES


    1.   Verbal Sentence

      a. Positive Verbal Sentences
       For example :  

  • She has bought some foods to the market
  •  I have drunk a glass of tea every morning
  • They have read those books in Library
  • He has ridden the motorcycle fastly
  • We have studied in the classroom together
  • You have taken my money tacitly
  •  I have gone to campus early
  • Rani has cooked fried chicken in the kitchen
  • It has run quickly because the predator
  • Lecture has taught English well
      b. Negative Verbal Sentences
  For example :

  • She hasn't bought some foods to the market
  • I haven’t drunk a glass of tea every morning
  • They  haven’t read those books in Library
  • He hasn’t ridden the motorcycle fastly
  • We haven’t  studied in the classroom together
  • You haven’t  taken my money tacitly
  • I haven’t  gone to campus early
  • Rani hasn’t  cooked fried chicken in the kitchen
  • It has not run quickly because the predator
  • Lecture hasn’t  taught  English well
        c. Interrogative Verbal Sentences
  For example :

  •       Has she bought some food to the market ?
  •       Have I drunk a glass of tea every morning ?
  •       Have they read those books in library ?
  •       Has he ridden the motorcycle fastly ?
  •       Have we studied in the classroom together ?
  •       Have you taken my money tacitly ?
  •       Have I gone to campus early ?
  •       Has Rani cooked fried chicken in the kitchen ?
  •       Has it run quickly because the predator ?
  •       Has lecture taught English well ?
     
 2. Nominal Sentences

        a. Positive Nominal Sentences
  For example :

  •       They has been trouble maker in the campus
  •      You have been my close friend 
  •      That Boy has been kind people about his neighboors
  •      He has been a strange person 
  •      It has been a good book to read
  •      My mom has been a dicipline women in her life
  •      Ricky has been most beutiful man  
  •      We have been students of Gunadarma university
  •      My brother has been at the market
  •      Gyta has been my decent  girlfriend to me
  •      I have been at Depok city since six months ago
      b. Negative Nominal Sentences
  For example :

  •      They haven’t been trouble maker in the campus
  •      You have not been my close friend 
  •      That Boy hasn’t been kind people about his neighboors
  •       He has not been a strange person
  •      It hasn’t been a good book to read
  •      My mom has not been a dicipline women in her life
  •      Ricky has not been most beutiful man 
  •      We have not been students of Gunadarma university
  •      My brother hasn’t been at the market
  •      Gyta hasn’t been my decent  girlfriend to me
  •      I have not been at Depok city since six months ago
      c. Interrogative Nominal Sentences
  For example :

  •       Have they been trouble maker in the campus ?
  •        Have you been my close friend ?
  •        Has that Boy been kind people about his neighboors?
  •        Has he been a strange person ?
  •        Has it been a good book to read ?
  •        Has my mom been a dicipline women in her life ?
  •        Has ricky been most beutiful man ?
  •        Have we been students of Gunadarma university ?
  •        Has my brother been at the market ?
  •        Has gyta been my decent  girlfriend to me ?
  •        Have I been at Depok city since six months ago ?
  



    
        



Senin, 28 Januari 2013

Kearifan Lokal di Minangkabau

          Kearifan lokal merupakan kebiasaan yang telah menjadi tradisi di setiap masyarakat secara turun-temurun oleh suatu adat dalam berbagai wilayah di Indonesia. Di Propinsi Sumatera Barat yang sering juga disebut dengan Ranah Minang, juga terdapat beberapa jenis Kearifan Lokal yang berkaitan dengan pengelolaan Hutan Tanah, air dan sebagainya. Adapun diantaranya :

Rimbo Larangan (Hutan Larangan )
          Yakni hutan yang menurut aturan adat tidak boleh ditebang karena fungsinya yang sangat vital sekali untuk keperluan masyarakat, selain itu kayu yang tumbuh dihutan juga dipandang sebagai perisai untuk melindungi segenap masyarakat yang bermukim disekitar hutan dari bahaya tanah longsor. Apabila ada terdapat diantara warga yang akan membuat rumah yang membutuhkan kayu, maka harus minta izin lebih dulu kepada aparat Nagari melalui para pemangku adat untuk menebang kayu  yang dibutuhkan


Banda Larangan ( Sungai, Anak Sungai / Kali Larangan ) 
           Merupakan suatu aliran sungai yang tetap dijaga agar tidak tercemar dari bahan atau benda yang bersifat dapat memusnahkan segenap binatang dan isinya yang ada di aliran sungai sehingga tidak menjadi punah. Untuk panen Ikan dari Banda Larangan tersebut, pihak Pemangku Adat dan Aparat Nagari melaksanakan dengan cara membuka larangan secara bersama-sama masyarakat untuk kepentingan bersama dan hasilnya selain untu masyarakat juga sebahagian untuk KAS Nagari. Biasanya Banda Larangan ini dibuka sekali setahun atau sekali dua tahun tergantung kesepakatan Para Pemangku Adat. 


Tabek Larangan ( kolam larangan )
           Merupakan Kolam air yang dibuat secara bersama oleh masyarakat pada zaman dulu dengan tujuan untuk persediaan air bagi kepentingan masyarakat dan di dalam Tabek tersebut juga dipelihara berbagai jenis ikan.


Parak 
           Yaitu suatu lahan tempat masyarakat berusaha tani dimana terdapat keberagaman jenis tanaman yang dapat dipanen sepanjang waktu secara bergiliran, sehingga pada lahan parak ini terdapat nilai ekonomi yang yang berkelanjutan. Apabila dilihat dari jauh, parak di pandang seolah-olah seperti hutan dan juga berfungsi sebagai penyangga bagi daerah dibawahnya.

Goro Basamo 
           Kegiatan kerja bersama secara gotong royong untuk kepentingan masyarakat banyak seperti membuat jalan baru, bangunan rumah ibadah, membersihkan tali bandar (sungai), menanam tanaman keras dan lain sebagainya.

Selasa, 15 Januari 2013

PENJAJAHAN KEBUDAYAAN ITU LEBIH FATAL


Kita tidak banyak lagi mengenal tokoh-tokoh wayang lagi. Malah banyak berbicara super hero dari luar. Tidak salah, tetapi secara tidak langsung terjadi penjajahan kebudayaan. Penjajahan kebudayaan itu lebih fatal dari pada penjajahan politik. Salah satunya, kita kehilangan identitas bahkan kehilangan jati diri.

Sekarang kebudayaan itu makin mengglobal. Kita mudah sekali mengakses kebudayaan asing dan bahkan mengomsumsinya dalam seketika.

Media sekarang ini disatu sisi biasa berdampak positif, sisi lain bisa negatif. Maka kewajiban kita membentuk ketahanan budaya yag kuat.  Dahulu, nenek moyang kita sudah punya kemampuan memilah dan memilih serta menyaring kebudayaan orang-orang asing yang bertengger di Indonesia. Kalau nenek moyang kita sudah melakukan itu dahulunya, lalu kenapa kita seperti kehilangan banyak hal dalam kearifan lokal kita sehingga terjadinya kesenjangan seperti saat sekrang ini?

Para pemimpin kita tidak paham, padahal ini adalah masalah level yang paling atas. Para elite politik kita tidak paham kearifan loka. Mereka malu mengakui hal-hal seperti ini. Malu itulah pertanda mental bangsa kita dijajah.

Teknologi Berlebihan Pada Anak


Dewasa Ini, kita telah berbaur dengan masa modernisasi seperti halnya teknologi. Kita bisa melakukan apapun dengan efisien dan efektif, tanpa harus bersusah payah serta serba instan. Hal ini banyak berbagai dampak yang dihasilkan, baik yang positif, maupun negatif.

Sekarang, anak-anak telah tidak melakukan hiburan lagi secara tradisional. Adanya teknologi, hanya berdiam dirumah, mereka bisa melakukanya tanpa harus bersusah payah untuk bermain. Tapi apa yang akan terjadi jika teknologi digunakan oleh anak-anak secara tidak terbatas dan berlebihan? Ini akan berdampak buruk bagi psikis dan mental mereka kedepannya, salah satunya depresi. Mereka merasa kesepian, terisolasi dari pergaulan dan menjumpai banyak masalh dalam keluarga maupun sekolah.

Banyak anak-anak kecanduan internet, mereka tidak segan-segan menghabiskan waktunya untuk berselancar di dunia maya. Mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang individualis, tidak peka, mogok sekolah, tawuran, dan bersemainya bibit-bibit korupsi. Disekolah pintar, tapi idak bisa berinteraksi sosial dengan lingkungan.

Untuk itu, diperlukan pengembangan fisik, emosi, sosial, dan spritual pada anak. Dan dibutuhkan juga pendidikan secara perilaku sosial dan agama, untuk masa depan mereka yang lebih baik kelak.

Perokok Muda Kian Membludak



Regulasi rokok di Indonesia sangat lemah. Tak heran, perokok muda makin membludak dan kebanyakan dari mereka berasal dari ekonomi menengah kebawah.

Indonesia butuh sebuah strategi soal pengendalian produk tembakau. Fakta angka konsumsi rokok di Indonesia bertambah jauh lebih cepat dari negara manapun di dunia. Kebanyakan dari mereka dalam usia produktif.

Indonesia sepertinya takut dalam mengambil langkah yang tegas dan konkret dalam pengendalian produk tembakau. Ketakutan ini kerena negara masih mempertimbangkan aspek ekonomi, yakni stabilitas ekonomi masih terganggu. Dan dampak lainnya, jika pengendalian ini dijadikan prioritas, maka adanya kemungkinan kehilangan mata pencaharian secara permanen bagi sebagian orang.

Persepsi yang sangat melekat pada publik adalah jika pengendalian tembakau sepenuhnya dicanangkan, para petani dan keluarga mereka berada dalam masalah. Padahal para petani yang dijadikan pekerja kasar, sebagian besarnya tetap saja miskin.

Kamis, 27 Desember 2012

Narkoba Terhadap Remaja


Masalah utama remaja berawal dari pencarian jati diri. Mereka mengalami krisis identitas karena untuk dikelompokkan ke dalam kelompok anak-anak merasa sudah besar, namun kurang besar untuk dikelompokkan dalam kelompok dewasa. Hal ini merupakan masalah bagi setiap remaja di belahan dunia ini.

Oleh karena pergaulan di masa remaja ini, maka remaja mempunyai kebutuhan sosialisasi yang seoptimal mungkin, serta dibutuhkan pengertian dan dukungan orangtua dan keluarga dalam kerentanan di masa remaja.Bila kebutuhan remaja kurang diperhatikan, maka remaja akan terjebak dalam perkembangan pribadi yang “lemah”, bahkan dapat dengan mudah terjerumus ke dalam belenggu penyalahgunaan narkoba.

Apa akibat penyalahgunaan narkoba?
Pada dasarnya akibat penyalahgunaan narkoba dapat dibagi menjadi akibat fisik dan psikis. 

Beberapa akibat fisik ialah kerusakan otak, gangguan hati, ginjal, paru-paru, dan penularan HIV/AIDS melalui penggunaan jarum suntik bergantian.Akibat psikis yang mungkin terjadi ialah sikap yang apatis, euforia, emosi labil, depresi, kecurigaan yang tanpa dasar, kehilangan kontrol perilaku, sampai mengalami sakit jiwa.
Akibat fisik dan psikis tersebut dapat menimbulkan akibat lebih jauh yang mungkin mengganggu hubungan sosial dengan orang lain. Bahkan acapkali pula merugikan orang lain. Sebagai contoh, perkelahian dan kecelakaan lalu lintas yang terjadi karena pelaku tidak berada dalam keadaan normal, baik fisik maupun psikis.

Di Indonesia lingkungan yang paling penting adalah keluarga. Kesediaan keluarga untuk menerima remaja yang pernah menggunakan narkoba di tengah keluarga merupakan dukungan yang amat berharga. Sebagian remaja dapat meneruskan pendidikannya dan memperoleh pekerjaan. Namun, sebagian lagi tak mungkin meneruskan sekolah dan harus menghadapi kenyataan bahwa mereka harus berjuang untuk hidup dengan bekal pendidikan yang terbatas.

            Hendaknya kita dapat meningkatkan berbagai potensi yang ada di tengah masyarakat. Kita perlu bergandeng tangan untuk mencegah remaja menggunakan narkoba.Adapun bagi remaja yang telah menggunakan diperlukan layanan yang terpadu untuk membawa mereka kembali ke tengah masyarakat. Layanan tersebut rumit dan memerlukan upaya jangka panjang, tetapi semua upaya itu patut kita kerjakan karena sebagian masa depan Indonesia ada di tangan mereka mereka

PUDARNYA BAHASA KITA



Dahulu, sebelum bangsa Indonesia merdeka dan masih berada dalam masa penjajahan, tiap daerah masih berbahasa dengan bahasa daerahnya masing-masing, belum ada semangat persatuan didalamnya. Pada saat itu, orang Indonesia yang mampu berbahasa asing sesuai dengan bahasa penjajah saat itu dianggap superior sedangkan orang Indonesia yang hanya berbahasa daerahnya dan tidak mampu berbahasa asing dianggap inferior.

Sekarang, sejarah sepertinya terulang kembali, Indonesia sekarang sedang terpuruk lagi. Banyak orang Indonesia yang bahasanya menjadi kebarat-baratan, keamerika-amerikaan, bahkan sekarang kekorea-koreaan. Banyak perselisihan, kerusuhan dan peperangan antara bangsa indonesia sendiri.  Bagaimana dengan bangsa Indonesia sendiri pada saat sekarang? Bangsa Indonesia malah terpuruk, terpecah-pecah dan hilang rasa persatuan dan rasa bangganya akan bahasa Indonesia sendiri. Mereka lebih bangga dengan berbahasa asing.

Dari sisi sejarah, sebenarnya kita patut bangga memiliki bahasa Indonesia karena bahasa Indonesia terbukti mampu menunjukkan identitasnya bahwa kita adalah bangsa yang mandiri dan merdeka sebagai bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia bisa bertahan dan menunjukkan eksistensinya pada masa perjuangan bangsa  melawan penjajahan untuk mencapai kemerdekaan. Bahasa Indonesia melalui momen sumpah pemudanya saat itu hadir sebagai pemersatu seluruh bangsa. Niscaya kalau bahasa Indonesia tidak hadir sebagai salah satu pemersatu bangsa, sulit rasanya melihat Indonesia sebagai bangsa yang merdeka sekarang.

Mari kita tingkatkan  rasa cinta kita kembali berbahasa Indonesia, niscaya persatuan akan kita dapatkan kembali, niscaya kerusuhan dan peperangan antara kita sendiri dapat dihilangkan. Tingkatkan kekuatan bahasa Indonesia lagi baik melalui kekuatan lisan dan tulisan. Dari sisi tulisan, saya melihat bahasa Indonesia  masih terpusat di daerah barat Indonesia. Masih jarang penulis yang lahir dari daerah timur Indonesia. Mari kita dorong agar lahir penulis-penulis cemerlang dari seluruh pelosok indonesia yang membawa nama bangsa dan bahasa Indonesia.